IKN Tetapkan Pemenang Sayembara Desain Pusat Kebudayaan Nusantara, Simbol Peradaban Masa Depan
Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) mengumumkan pemenang Sayembara Desain Bangunan dan Kawasan Pusat Kebudayaan Nusantara sekaligus meluncurkan buku Pembangunan IKN Tahap I di Kantor Kemenko 3, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, Jumat (30/01/2026). (Foto dok: Humas OKIN).
POSKOTAKALTIMNEWS,
NUSANTARA : Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) secara resmi
mengumumkan pemenang Sayembara Desain Bangunan dan Kawasan Pusat Kebudayaan
Nusantara, sekaligus meluncurkan buku Pembangunan IKN Tahap I, pada Jumat
(30/01/2026). Kegiatan ini berlangsung di Kantor Kemenko 3, Kawasan Inti Pusat
Pemerintahan (KIPP) IKN.
Pusat
Kebudayaan Nusantara dirancang sebagai ruang strategis untuk menampung,
merayakan, dan mengembangkan identitas bangsa melalui kekayaan budaya
Indonesia. Kawasan ini berada pada satu garis sumbu kebangsaan bersama Istana
Negara, Plaza Bhinneka Tunggal Ika, Kantor Otorita IKN, dan Masjid Negara,
sehingga memiliki peran penting dalam membentuk wajah peradaban Ibu Kota
Nusantara.
Secara
keseluruhan, kawasan Pusat Kebudayaan Nusantara akan terdiri atas Plaza
Demokrasi dan Plaza Adi Budaya. Fasilitas utama yang direncanakan meliputi
museum, perpustakaan sebagai pusat transformasi pengetahuan, galeri seni,
hingga gelanggang olahraga. Seluruh fasilitas tersebut dirancang untuk
memperkuat ekosistem budaya sekaligus menjadi ruang interaksi publik di IKN.
Dalam
pengumuman tersebut, Otorita IKN menetapkan Juara I Sayembara Desain Bangunan
Kawasan Pusat Kebudayaan Nusantara kepada tim Cerlang Nusantara, disusul
Simfoni Puspa Segara sebagai Juara II, dan Kisah yang Ditenun oleh Rimba
sebagai Juara III.
Desain
pemenang utama mengusung konsep perjalanan peradaban manusia dari zaman
megalitikum hingga masa depan. Konsep ini menegaskan bahwa sejarah dan tradisi
sebagai salah satu peradaban tertua di Nusantara tidak berhenti di masa lalu,
melainkan terus hidup dan menjadi pijakan menuju masa depan. Bangunan utama
dirancang dengan nuansa batu berbentuk prismatik, yang dipadukan dengan
kearifan lokal Kalimantan melalui filosofi pohon kehidupan atau pohon kebijakan
yang tercermin dalam struktur dan infrastruktur bangunan.
Kepala
Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menyampaikan bahwa pembangunan Pusat
Kebudayaan Nusantara akan mengedepankan prinsip kolaborasi dan keterbukaan
dalam pengembangan desain ke depan.
“Copyrights
adalah milik Otorita IKN. Ke depan, pemenang bisa berkolaborasi, termasuk jika
ada masukan atau gagasan yang lebih baik. Masing-masing desain sudah memiliki
perkiraan anggaran. Kita akan melihat RAB-nya terlebih dahulu dan
mempertimbangkan ketersediaan anggaran. Paling cepat, pembangunan dapat dimulai
pada tahun 2027,” ujar Basuki.
Sementara
itu, salah satu anggota tim pemenang utama, Yori Antar, menyampaikan bahwa
perancangan Pusat Kebudayaan Nusantara dilandasi semangat untuk menampilkan
kekayaan budaya Indonesia ke panggung dunia.
“IKN
akan menginspirasi dunia, karena IKN menunjukkan betapa kayanya budaya dan
tradisi kita,” ungkap Yori.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Otorita IKN juga meluncurkan dua buku, yakni Mengukir Kota Masa Depan karya Wicaksono Sarosa dan Sarwo Handayani, serta Membangun Kota Masa Depan yang disusun oleh Tim Otorita IKN. Kedua buku tersebut mendokumentasikan proses perencanaan hingga pelaksanaan pembangunan IKN pada tahap awal.
Pembangunan
Pusat Kebudayaan Nusantara diharapkan menjadi tonggak penting dalam penguatan
identitas bangsa, sekaligus menegaskan Ibu Kota Nusantara sebagai kota yang
tidak hanya berfungsi sebagai pusat pemerintahan, tetapi juga sebagai ruang
peradaban yang berakar kuat pada budaya dan berorientasi ke masa depan. (hms-oikn)